Jumat, 18 Maret 2011

askep typoid

TINJAUAN TEORTIS
A. Pengertian
Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi pada usus yang menimbulkan gejala gejala sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa, S. Paratypi A, B, dan C. Penularan terjadi secara fekal oral, melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Sumber infeksi terutama “carrier”. Carrier ini mungkin penderita yang sedang sakit (carier akut). Carier menahun yang terus mengeluarkan kuman atau carier pasif yaitu mereka yang mengeluarkan kuman melalui ekskreta tetapi tidak pernah sakit.

Etiologi/Penyebab Demam tifoid
Demam tifoid disebabkan oleh Salmonella typhii. Sumber S. thypii : manusia ebagai reservoir pertama, hewan babi, makanan, lingkungan. Sumber penularan S. thypii bisa dari carrier, makanan dan air yang tercemar Salmonella Thypii
Patofisiologi Demam tifoid
Kuman salmonella masuk bersama makanan/minuman. Setelah berada dalam usus halus kemudian mengadakan invasi ke jaringan limfoid usus halus dan jaringan limfoid mesenterika. Setelah menyebabkan peradangan dan nekrose setempat, kuman lewat pembuluh limfe masuk ke darah menuju organ Retikuloendoteliat system terutama hati dan limfa. Ditempat ini kuman difagosit oleh sel sel fagosit RES dan kuman yang tidak difagosit akan berkembang biak. Pada akhir masa inkubasi Demam tifoid (5-9 hari) kuman kembali masuk ke darah kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan sebagian kuman masuk ke organ tubuh terutama limpa, kandung empedu yangs elanjutnya kuman tersebut kembali dikeluarkan dari kandung empedu ke rongga usus dan menyebabkan reinfeksi usus.

Gambaran Klinik Demam tifoid
Masa inkubasi Demam tifoid rata rata 2 minggu. Gejala timbul tiba tiba atau berangsur angsur. Penderita Demam tifoid merasa cepat lelah, malaise, anoreksia, sakit kepala, rasa tak enak di perut dan nyeri seluruh tubuh.
Demam pada Demam tifoid umumnya berangsur angsur naik selama minggu pertama, demam terutama pada sore hari dan malam hari (bersifat febris reminent). Pada minggu kedua dan ketiga demam terus menerus tinggi (febris kontinua). Kemudian turun secara lisis. Demam ini tidan hilang dengan pemberian antipiretik, tidak ada menggigil dan tidak berkeringat. Kadang kadang disertai epiktasis. Gangguan gastrointestinal : bibir kering dan pecah pecah, lidah kotor, berselaput putih dan pinggirnya hiperemis. Perut agak kembung dan mungkin nyeri tekan. Limpa membesar dan lunak dan nyeri pada penekanan. Pada permulaan penyakit umumnya terjadi diare, kemudian menjadi obstipasi.
Masa Inkubasi/ tunas : 10-14 hari
Minggu ! : demam (suhu berkisar 39-40), nyeri kepala, pusing, nteri otot, anoreksia, mual muntah, konstipasi, diare, perasaan tidak enak di perut, batuk dan epiktasis.
Minggu 2 : demam, bradikardi, lidah khas berwarna putih, hepatomegali, splenomegali, gangguan kesadaran
Pemeriksaan Dan Gambaran Laboratorik Demam tifoid
1. leukosit
Akan terjadi peningkatan jumlah leukosit dalam tubuh (leukositosis)
2. SGOT dan SGPT
aKan mengalami peningkatan
3. Biakan darah
(+) memastikan Demam tifoid, orang yang hasil + makan orang tersebut sudah terjangkit Demam tifoid
(-) tidak menyingkirkan Demam tifoid artinya jika hasil negatif maka velum tentu orang tersebut tidak mengalami Demam tifoid
4. Uji widal
- reaksi aglutinasi antara antigen dan antibody
- Aglutinin positif terhadap S. Thypii terdapat dalam serum penderita Demam tifoid dan carrier.
- Reaksi widal (+) : titer < 1/160 atau 1/200. biasanya baru positif pada minggu kedua. Komplikasi Demam Tifoid Pada usus dapat menimbulkan perdarahan, perforasi dan peritonitis. Diluar usus dapat menimbulkan meningitis tifosa, osteomilitis, kolesistis. Mungkin pula terjadi infeksi sekunder pada-paru sebagai bronkopneumonia. a. Komplikasi intestinal Perdarahan usus Hal ini disebabkan karena kuman masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan terjadinya hipertrofi usus sehingga terjadi perdarahan. Diagnosis dapat ditegakkan dengan : Penurunan tekanan darah dan suhu tubuh, denyut nadi bertambah, kulit pucat, penderita mengeluh nyeri perut. Perforasi usus Ileus paralitik Peritonitis Tanda tanda : penderita nampak kesakitan didaerah perut yang mendadak, kembung, tensi menurun, suara bising usus melemah, pekak hati berkurang. Pada pemeriksaan darah tepi didapatkan peningkatan lekosit dalam waktu singkat. b. Komplikasi ekstraintestinal Kardiovaskuler (miokarditis) Tanda klinis : Irama mendua, takikardi, bunyi jantung melemah, pembesaran jantung Hematology (anemia) Hepar dan kandung empedu (hepatomegali ) Ginjal (gagal ginjal) Tulang (kelemahan) Neuropsikiatrik (hilang kesadaran) Penatalaksanaan Demam tifoid Perawatan Perlu isolasi, observasi, dan pengobatan di rumah sakit. Tirah baring mutlak minimal 7 hari bebas demam atau 14 hari untuk mencegah komplikasi perdarahan usus, mobilisasi bertahap, perubahan posisi, perhatikan defekasi dan pola berkemih. Istirahat total untuk mencegah komplikasi komplikasi parah. Mobilisasi dilakukan secara bertahap yaitu: duduk waktu makan pada hari ke 2 bebs panas, berdiri pada hari ke 7 bebas panas, berjalanpada hari ke10 bebas panas, Diet Makanan padat dengan nasi dan lauk pauk rendah selulosa. Diet harus cukup kalori dan tinggi protein. Medikasi Madikasi yang diberikan adalah pemberian antibiotik diantaranya adalah : - Kloramfenikol - Tiamfenikol - Kotrimoksasol - Ampisillin - Fluorokinolon - Sefalosforin generasi ketiga Medikamentosa Kloramfenikol : hari pertama diberikan kloramfenikol 4x1 kapsul @250 mg. Hari berikutnya 4x2 kapsul sampai 3 hari turun panas, kemudian dilanjutkan dengan 4x1 kapsul selama 1 minggu. Untuk menghindari komplikasi pamakaian kloramfenikol, maka dapat diberikan ampisillin. Dosis yang dianjurkan 60-150 mg/kgBB. Pada penderita toksisdapat diberikan sebesar 4 gram/hr, sedang pada penderita lainnya 2 gram/hr. Vitamin B komplek dan C sangat diperlukan untuk menjga kesegaran dan kekuatan badan serta berperan dalam kestabilan pembuluh darah kapiler. Bila terjadi hiperpireksi dapat diberikan antipiretik. ASUHAN KEPERATAN Nn.G DENGAN DIAGNOSA MEDIS THYPOID DI PKM CIBOGO I. A. Pengkajian Nama : Nn.R Umur : 17 thn Jenis Kelamin : Perempuan Pendidikan : SLTA Agama : Islam Suku Bangsa : Sunda-Indonesia Alamat : Kalap dua Rt.07/03 Ds.Sumur barang Tanggal Masuk : 06 Januari 2010 Tanggal Pengkajian : 06 Januari 2010 No. Medrek : - Diagnosa Medice : Thypoid B. Penanggung jawab Nama : Ny.P Pekerjaan : IRT Pendidikan : SLTA/Sederajat Alamat : Kalap dua Rt.07/03 Ds.Sumur barang Hub Dengan klien : Ibu Kandung II. Riwaya Kesehatan Klien Kesehatan Masa Lalu Klien mengatakan belum pernah merasakan sakit seperti ini dan belum pernah di rawat di rumah sakit. Kesehatan Sekarang Kurang lebih 3 hari yang lalu sebelum klien di bawa ke PKM klien mengatakan panas,mual,pusing,lemas nyeri ulu hati & badan panas kemudian keluarga membawany ke rumah sakit Keluhan Utama Panas Keluhan waktu didata Klien mengeluh nyeri pada perut bagian atas sperti di iris-iris,badan panas pusing,lemas,terasa mual. Riwayat Kesehatan Keluarga Klien mengatakan bahwa anggota keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit yang serupa. Struktu Keluarga Ket: : Laki-laki : Perempuan : Klien : Tinggal serumah Data Biologis No Pola Kebiasaan Di Rumah Di Puskesmas 1. Pola makan & minum Makan: 3x/hari habis 3x/hari, habis ½ porsi Jenis:Nasi,lauk,sayur Bubur sayur Prek minum: 6 gelas/hari 10 gelas/hari Jenis: air puti,teh Air utih 2. Pola Eliminai BAB 1-2x/hari Konsistensi: Lembek Belum BAB - BAK: 5-7x/hari Warna: Kuning 3-4x/hari Kuning jernih 3. Pola Istirahat Tidur Pola tidur nyenyak 4. Pola hygine Mandi 3x/hari Kurang nyrnyak 5. Pola aktivitas Klien sehari-hari dapat beraktivitas sperti biasa Klien kurnag beraktivitas Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum Secara Kualitas : Kompos Mentis Secara Kuantitas : Respon Mata : 4 Respon verbal : 5 Respon Motorik : 6 15 Tanda-tanda vital TD : 130/90 MmHg S : 38,5oC N : 80x/menit R : 22x/menit Kepala Simetris,tidak ada lesi & benjolan,rambut lurus,keadaan rambut kotor ,kulit keala kotor & berketmbe Mata Simetris,konjungtiva anemis,reaksi pupil normal,pungsi penglihatan baik dengan ditandai pasien bisa membaca papan nama perawat Hidung Simetris,tidakada secret,tidak ada luka,pungsi penciuman baik dengan ditandai pasien bisa mencium bau parfum perawat Mulut Simetris tidak ada kelainan Telinga Simetris,tidak ada penumpukan serumen,lesi & benjolan,kulit luar telinga kotor Leher Simetris,tidak ada pembengkakan pada kelenjar tyroid Dada Thoraks : Bentuk simetris Paru-paru : Vesikuler Jantung : Irama jantung regular (lup-dup) Abdomen Simetris,ada nyeri tekan pada perut bagian atas Ekstremitas Atas : dapat digerakan dengan bebas Bawah : Dapat digerakan dengan bebas III. Data Psikologis Status emosi : Gelisah Konsep Diri : Klien berharap penyakitnya cepat sembuh dan dapat melakukan Kegiatan sehari-hari seperti biasa Gaya Komunikasi : Klien dapat berkomunikasi dengan baik Pola Interaksi : Klien dapat berinteraksi dengan baik Pola mengatai mslh : Klien selalu berdoa untuk untuk kesembuhannya IV. Data Sosial Pendidikan & pekerjaan : SMA & - Hubungan Sosial : Hubungan klien & keluarga & tim kesehatan baik Faktor social : sunda-inonesia Gaya didup : Sederhana V. Data Spiritual Klien beragama islam dan berkeyakinan untuk sembuh VI. Data Penunjang Data hasil Nilai Normal Satuan Hemoglobin 10,3 4,0-10 Gm/dl Leukosit 8,4 40-54 10ˆ3/μ Hematokrit 33 37-54 % Trombosit 130 150-400 10ˆ3/μ VII. Pengobatan IVFD RL Dionicol : Berlosid Sy : 3x1 Alpamol : 3x1 ANALISA DATA No Data Senjang Penyebab Masalah 1. Ds. Klien Mengeluh nyeri abdomen(ulu Hati) Do. Ekspresi wajah klien meringis dan memegang perutnya Peradangan dan peningkatan asam lambung Merangsang histamine Dihantarkan ke stimulus Stimulus nyeri Gangguan rasa nyaman nyeri Gangguan Rasa nyaman nyeri 2. Ds. Klien mengeluh tidak nafsu makan Do. Klien tampak lemah kerena makan ½ porsi Mengkonsumsi makanan pedas Iritasi lambung Terjadi implamasi Pengluaran zat asam lambung Nyeri ulu hati Mual anoreksia Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi PERENCANAAN KEPERAWATAN No Dx Keperawatn Tujuan Intervensi Rasional 1. Gg.Rasa nyaman nyeri pada ulu hati di tandai dengan Ds.klien mengatakan sakit pada bagian ulu hati Do. Klien tampak lemah,perut ditekan terasa nyeri Tupan. Rasa nyeri dapat teratasi Tupen. Dalam waktu 1 hari rasa nyaman nyeri dapat teratasi Anjurkan klien dan keluarga agar tidak memakan atau diberi makan makanan yang bisa merangsang asam lambung meningkat Asam lambung tidak meningkat yang dapat mengakitbatkan kembali kambuh 2. Gg.Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi berhubungan dengan intake yang kurang ditandai dengan Ds. Klien mengatakan tidak nafsu makan,mengatakan mual Do. Klien tampak lemah Tupan. Gangguan nutrisi teratasi Tupen. Setelah 1 hari nutrisi dapat teratasi Anjurkan minim air hangat sebelum atau sesuda h makan Dengan memberikan air hangat maka mual akan berkurang IMPLEMENTASI DAN EVALUASI No Implementasi Evaluasi 1 Memberikan penkes kpd klien & keluarga klien manpat cairan karena proses penguapan akibat peningkatan suhu tubuh Menganjurkan kpd klien u/ memakai pakaian yang tipis & menyerap keringat Memberikan obat sesuai dngan advis dokter S :Klien mengatakan badan terasa panas O : s : 37,50c Bibir kering Nadi cepat A : Gg.peningkatan suhu tubuh belum teratasi P : Lanjutkan intervensi 2 Memberikan penkes ttg manfaat nutrisi bgi tubuh dalam proses penyembuhan Memberikan & membantu klien makan Memberikan makan dalam keadaan hangat S : Klien mengatakan mual masih terasa,pahit O : Porsi makan tidak habis A : Gg pemenuhan kebutuhan nutrisi belum teratasai P : Lanjutkan intervensi KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Thypoid merupakan penyakit menular Setiap orang berpotensi mengidap penyakit thypoid Dalam menentukan diagnos harus dilengkapi dengan data penunjang agar dapat dipastikan diagnosanya Saran Hindari makan bersama dengan penderita Jaga makanan agar tidak terkontaminasi oleh bakteri

0 komentar:

Posting Komentar